Minggu, 11 November 2012

Kreasi Jilbab Segi Empat Simple dan Menarik



Edisi spesial dengan Pasmina Sifon yang akan buat hari - harimu lebih berwarna dengan Berhijab.
Dicoba yukk

  1. Kenakan Pasmina dengan Panjang kedua sisi berbeda. Sisi kanan lebih panjang di banding kiri.
  2. Tarik ke dalam sisi bagian kanan yang lebih panjang lalu lilitkan seputaran bahu lalu kaitkan dengan jarum pentul atau peniti di atas bahu.
  3. Lalu sisa pasmina sebelah kiri yang lebih pendek tarik kesamping ke bahu sebelah kanan. lalu kaitkan. 
  4. DONE

Sabtu, 10 November 2012

4 Gadis Cantik dan Kapal Perang





Siap siaga tempur bela Bangsa
Jilbab | Hijab | Tudung | Kerudung

Minggu, 04 November 2012

PASHMINA INSTANT POLOS *SOLD OUT*


Jilbab Grosir Murah
Pashmina Instant Polos
Bahan : Kaos / Rayon
Model : Pashmina Panjang yang sudah Menyatu dengan Ciput Ninja (Azera Polos)
Harga Eceran : Rp. 40.000
Harga Grosir min. 5 pcs : Rp. 35.000
Harga Grosir min. 10 pcs : Rp. 34.000
Harga Grosir min. 20 pcs : Rp. 33.000

Order Cepat Via SMS ke 0857-3126-8984

Rabu, 31 Oktober 2012

Bergaya dipemakaman




Jilbab | Hijab | Tudung | Kerudung

Jumat, 26 Oktober 2012

Cara Menghilangkan Bau Daging Kambing, Domba | TIPS

Bau prengus pada masakan daging Kambing, pasti akan sedikit mengganggu selera makan. Khususnya bagi Anda, yang menjadi penggemar berat masakan daging Kambing.



Di sini kami akan berbagi, cara mengolah daging Kambing yang benar.
Tips di bawah ini, berdasarkan pengalaman dari Nenek kami dalam hal cara mengolah daging Kambing.

Berikut caranya: 
1. Cara Menyembelih
   Apabila si penyembelih Kambing belum ahli saat menguliti kulit kambing, 
   mengambil usus dan lambung Kambing, sehingga bercampur dengan dagingnya. 
   Maka hal ini akan membuat daging Kambing berbau prengus.

2. Cara Mencuci
   Kambing yang baru disembelih, jangan mencuci dan mengolah dagingnya secara 
   langsung. Karena juga akan menimbulkan bau prengus.

3. Cara Mengolah
    a. Apabila Anda tetap ingin langsung mengolahnya, sebelum mengolah daging, 
        lakukan:
         - Bungkus daging dengan daun pepaya.
         - Baluri dengan parutan / jus nanas.
    b. Untuk daging yang masih menyatu dengan tulang, rebus daging hingga 
        mendidih. Gunakan api yang sedang saja. Masukkan daun jeruk (atau daun 
        salam), batang sereh, lengkuas, dan jahe.
    c. Untuk masakan yang berkuah, tumis dulu bumbunya sampai berbau harum. 
        Kemudian masukkan daging. 

Mudah bukan?

Apabila merasa artikel ini bermanfaat, luangkan waktu Anda untuk "KLIK SUKA" Facebook di bar sebelah kanan.

Jangan lupa "Berlangganan BLOG Jasmine Berbagi" (GRATIS) untuk mendapatkan update artikel yang bermanfaat lainnya.


Thanks.


Minggu, 21 Oktober 2012

Ciri-ciri kosmetik berbahaya bagi tubuh

Dewasa ini teknologi kecantikan semakin maju sehingga kita bisa memperoleh manfaat dari produk kecantikan yang kita inginkan diantaranya menghaluskan pori-pori, mencerahkan  wajah, menghilangkan noda hitam, hingga mengatasi kerutan. Kebanyakan produk-produk kosmetik tersebut mengandung bahan
kimia yang tentunya mempunyai efek yang buruk dan cukup berbahaya bagi tubuh kita. Kandungan bahan kimia didalam kosmetik juga memiliki bahaya lain terhadap tubuh kita

Beragam produk yang digunakan untuk memoles kecantikan memang memberikan tawaran menggiurkan. Menghaluskan pori-pori, mencerahkan  wajah, menghilangkan noda hitam, hingga mengatasi kerutan. Tidak dipungkiri, jika setiap  wanita menginginkan hal ini. Selalu tampil cantik dengan budget yang tidak terlalu tinggi.
Namun sayangnya, perilaku kurang hati-hati ini kerap menjadi jebakan yang justru memunculkan masalah kecantikan yang lebih serius, dan memerlukan penanganan lebih lama. Perlu kejelian saat menentukan produk yang akan digunakan. Anda harus mempertimbangkan kandungannya. Apakah mengakibatkan kerusakan pada kulit untuk jangkan panjang atau tidak. Pada kosmetik yang menawarkan kerja instan, biasanya mengandung zat kimia cukup keras.

Berikut ini merupakan Ciri-ciri kosmetik berbahaya bagi tubuh:
Mata Gatal: Mata merah atau gatal karena memakai riasan menandakan kalau Anda tidak cocok menggunakan kosmetik tersebut. Umumnya, wanita yang mengalami iritasi mata karena memakai produk yang telah kedaluwarsa. Anda juga perlu menghindari penggunaan produk tester saat membeli kosmetik. Selain itu, perhatikan pula tanggal batas waktu pemakaiannya.

Emosi yang Tidak Stabil: Gejala lain yang ditimbulkan dari pemakaian riasan yang salah adalah rasa emosi menjadi tidak stabli. Mungkin terdengar aneh, tapi percayalah bahwa merkuri dalam kosmetik dapat menyebabkan berbagai macam gejala aneh yang cukup berbahaya. Untuk itu, pastikan Anda mengetahui kandungan dalam kosmetik sebelum mengaplikasikannya.

Iritasi Kulit: Iritasi kulit merupakan gejala yang paling mudah diketahui ketika Anda menggunakan make up yang salah. Salah satu produk kecantikan yang sering membuat kulit menjadi iritasi ialah parfum. Wewangian ini dapat menimbulkan masalah pada kulit yang terbilang sensitif. Maka dari itu, hindari penggunaan parfum untuk sementara waktu jika kulit Anda menjadi iritasi.


Rambut yang Rontok: Jika rambut mulai rontok, mungkin ini pertanda Anda menerapkan make up yang salah. Apalagi kalau rambut rontok bersamaan dengan tanda lain yang telah disebutkan sebelumnya. Tidak sedikit dari produk kecantikan yang mengandung bahan pewarna serta logam berbahaya sehingga Anda harus mengecek kembali kandungan kosmetik yang ingin digunakan.

Kehilangan Memori: Kerusakan memori bisa disebabkan oleh merkuri atau logam lainnya yang ditemukan dalam kandungan berbagai produk kecantikan. Logam dalam riasan dapat mengakibatkan gangguan seumur hidup hingga cacat fisik.

Kulit Tampak Kusam: Kalau setelah memakai make up kulit Anda malah menjadi kusam, berarti riasan yang diterapkan pada kulit tidak cocok. Biasanya, foundation atau bedak bisa menyebabkan kulit terlihat gelap seperti sedang sakit. Jika Anda pengguna bedak atau make up lain dalam bentuk bubuk, hindari meletakkannya di tempat yang lembab dan panas. Lebih baik taruh di ruangan yang bersuhu dingin.

Sakit Kepala: Riasan yang tidak cocok juga bisa mengakibatkan sakit kepala dan vertigo. Hal ini berkaitan dengan merkuri dan logam pada kosmetik. Sebelum membeli, Anda harus memperhatikan bahan yang terkandung di dalamnya untuk mencegah penyakit serius itu.

Depresi: Dampak buruk dari kesalahan penggunaan make up adalah depresi dan rasa cemas yang berlebihan. Hal tersebut dikarenakan logam yang ada dalam produk kecantikan. Beberapa perusahaan kosmetik menyangkal bahwa logam yang terkandung dalam produk mereka jumlahnya sangat kecil. Namun, memakai riasan yang mengandung logam tetap tidak aman bila digunakan dalam jangka panjang.

Zat kimia berbahaya dalam kosmetik

Kosmetik berfungsi untuk mempercantik wajah dan menyehatkan kulit. Namun apa yang terjadi jika kosmetik yang digunakan justru mengandung bahan-bahan berbahaya? Selain dapat menyebabkan kulit menjadi rusak, kandungan berbahaya dalam kosmetik juga dapat menyerap ke dalam kulit dan darah sehingga membahayakan kesehatan Anda.

Sebuah penelitian yang dilakukan Enviromental Working Group (EWG) terhadap sampel darah dan urine pada 20 remaja putri usia 14-19 tahun menunjukkan adanya kandungan bahan berbahaya. Sebagian merupakan pemicu kanker, sebagian lagi bisa mempengaruhi keseimbangan hormonal. 
Pada penelitian mengidentifikasi tak kurang dari 16 jenis senyawa berbahaya yang diyakini berasal dari kosmetik baik berupa bedak, parfum dan sebagainya. Ke-16 bahan berbahaya itu lantas dikelompokkan ke dalam 4 golongan. 

Berikut ini adalah golongan bahan berbahaya yang dimaksud:
Paraben: Senyawa yang memiliki nama lain parahydroxybenzoic dan digunakan juga sebagai pengawet dalam mie instant ini punya efek samping jika digunakan melebihi ambang batas keamanan. Karena sifatnya mirip dengan hormon esterogen, di dalam tubuh akan memicu ketidakseimbangan yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Dalam kosmetik, paraben sering digunakan sebagai campuran sabun, sampo, pasta gigi dan deodoran. Meski jarang, kontak langsung dengan kulit juga bisa menyebabkan alergi pada orang yang sensitif. 

Phthalate: Bahan ini dugunakan juga dalam pembuatan plastik untuk memberi sifat elastis atau lentur. Dampaknya bagi kesehatan jika terhirup atau tertelan dalam kadar tertentu adalah memicu gangguan sistem reproduksi, asma dan alergi. Dalam kosmetik, phthalate digunakan sebagai pelarut tambahan dalam berbagai produk wewangian. 

Wewangian sintetis: Beberapa spesies binatang mengeluarkan wewangian alami yang disebut feromon, yang fungsinya adalah untuk menarik pasangan di musim kawin. Oleh manusia, wewangian ini dibuat tiruannya lalu digunakan dalam parfum, serta beberapa jenis sabun wangi dan produk perawatan rambut.
Beberapa jenis wewangian sintetis diketahui bisa memicu kanker pada binatang. Meski belum diuji pada manusia, diduga kuat senyawa ini juga meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Triklosan: Secara langsung, triklosan yang digunakan dalam beberapa produk sabun dan pasta gigi bisa memicu gangguan kesehatan saat bereaksi dengan lingkungan aquatik atau berair. Salah satunya adalah gangguan pada keseimbangan hormon tiroid. Penggunaan triklosan secara berlebihan juga memicu dampak tidak langsung bagi kesehatan, yakni dengan memicu resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik. Dampaknya adalah kemunculan kuman-kuman super (superbug) penyebab penyakit yang tidak mempan dibasmi dengan antibiotik. 

Imidazolidinyl Urea dan Diazolidinyl Urea: Kedua zat kimia ini merupakan pengawet yang paling banyak digunakan selain Paraben. Kandungan utamanya ialah formaldehyde yang seringkali dipakai untuk mengawetkan jenazah. Bahan ini memang mampu mengawetkan komposisi dalam kosmetik, namun terbukti berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

PVP / VA Copolymer: Bahan ini berasal dari petroleum (minyak tanah) dan banyak digunakan di produk hairspray. Selain tergolong dalam kategori toxic, zat kimia ini juga mengandung partikel yang dapat merusak paru-paru.

Sodium Lauryl Sulfate: Lazim digunakan dalam produk shampoo dan detergen, fungsinya untuk menghasilkan busa yang melimpah. Bahayanya, kandungan dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, kerontokan rambut, ketombe, serta reaksi alergi.

Stearalkonium Chloride: Bahan kimia ini banyak dipakai dalam conditioner dan krim rambut, namun dapat menyebabkan reaksi alergi. Stearalkonium chloride juga terbuat dari bahan yang sama dengan yang digunakan di produk pelembut kain.

Tips: Apabila sobat membeli produk kecantikan yang mengandung senyawa diatas, maka sobat harus menghindari "Bacalah komposisi sebelum membeli"